ay im coming #6

 

HIJAU, keterpaksaan, adalah kebebasan inginnya. Berpisah, adalah bertemu harapnya. Dan Berjumpa, adalah waktu syaratnya. Jadi bersabarlah untuk sebuah pelukkan hangat. (Pelangi rasa)”

 

(“)

"Selamat pagi ay, ini pagi minggu”, tulisku untuk ay di whatsapp.

Beberapa menit, tuing (sebuah pesan  whatsapp masuk)

“pagi rainboo, iya aku tengah bersiap – siap. Di sini sedikit berbeda dengan disana, kami harus pergi lebih pagi karena ada banyak kendaraan yang hendak memakai jalan juga, macet maksudku hehe”.

“hehe, iya ya? Lebih baik kamu bersiap dulu, jangan sampai tertinggal”

“iya sudah selesai rainboo, ini sudah di mobil, hehe”. ay mengirimkan sebuah gambar.

“ay siapa anak kecil bersamamu? Wajahnya tak asing”

“dia adikku, Margaret yang sering memberimu permen cokelat. Sekarang ia sudah besar”
“sudah besar, aku hampir ga ngenalin. dia lebih cantik dari kakak nya. Hehe”
“iya iya, aku juga tahu”

“becanda aja, hehe. Ay?”

“iya rainboo? Sebentar lagi kayaknya kami akan sampai nanti kita lanjutkan”

“oh iya ay, okey”

‘okey rainboo”

“ay?”

“iya rainboo, gimana?”

“aku belum tahu dimana kamu tinggal sekarang.”

“oh iya, aku dijakarta rainboo, kau harus berkunjung kesini. Aku harus menonaktifkan handphone, nanti kita lanjut”.

“iya ay”

Ternyata ay pindah ke Jakarta dan menjual rumah miliknya yang ada disini, aku masih belum tau apa alasan ay pindah yang terkesan sangat tiba – tiba.

(“)

de?” panggil mak.

“iya mak, rimba keluar”

Membuka pintu kamar),

“iya mak, Kenapa?

“coba kau lihat diluar ada siapa”.

Aku menuju pintu luar, ternyata Hussein sudah siap dengan tas laptop, ransel, dan helm bogo hitam miliknya.

“pagi man, siap menjemput tiket Jakarta?”

6.15, aku belum mandi dan masih menggunakan pakaian semalam.

“kamu bersemangat sekalin sen, kau harus siap dengan mental besar jika kita gagal”

“hei man, tidak ada orang yang menyiapkan kegagalan, yang dilakukan adalah menyiapkan semaksimal mungkin untuk keberhasilan, bukan menyiapkan kegagalan yang tepat tapi bersiap untuk itu. Jakarta im coming eh mksd ku im and he coming, haha”.

“Jakarta” aku memikirkan sesuatu.

“iya Jakarta man”.

(“oh iya, aku dijakarta rainboo, kau harus berkunjung kesini”) iya,  ay disana. Tunggu sebentar sen aku bersiap – siap, hanya 5 menit”. Aku bergegas masuk kerumah menyiapkan semua.

“ (Hussein bingung), o okey m man"

Aku bersemangat tak karuan, rasa ku sangat bergairah waktu itu. Aku menarik Hussein “Jakarta im comiiing, ayo sen”

“gilaaa, ayoooo. Jakarta coming soon, hehe" kami berdua tertawa.

Kami menuju sebuah tempat yang Hussein sebut bukit inspirasi, 15 menit kami telah tiba di sana.

“ayo sen kita selesaikan konsep hari ini”

Kami berfikir keras, menatap dari ketinggian hamparan rumah dan tempat – tempat yang menyimpan banyak cerita, sekolah dan danau yang tak lepas dari pandang ku.

“sen, bukannya tema cerpen sudah ditentukan?”

“iya benar man, CINTA DAN CITA tema cerpen yang harus dibuat”

Aku menganggukan kepala “ok sen aku tau judul cerpen kita”

“apa man?”

“DUA ELANG & POHON BESAR”

“heii man, kita akan membuat cerpen berbeda, bukan malah cerita pendek anak tk’

“tunggu dulu, dengarkan jalan ceritanya” aku menceritakan jalan cerita cerpen dengan judul yang baru ku fikirkan beberapa detik yang lalu, cerpen ini mengisahkan dua ekor elang jantan yang berjuang untuk sampai kesebuah pohon besar nan tinggi, disana adalah tempat sempurna bagi kaum elang karena disana lah kehidupan yang sesunggunya bagi mereka, kedua elang ini memiliki arah yang sama namun dengan tujuan berbeda, elang satu dengan tujuan hidup bahagia dan tentram disana sedangkan elang yang satu adalah karena cinta, ia jatuh cinta pada seeokor elang betina disana dan hendak menemuinya.

“luar biasa, tak salah ku memilih mu sebagai rekan kerja man” Hussein bertepuk tangan memuji ide ku.

“sudahlah sen ku tahu kamu malas berfikir, makanya langsung setuju dengana ideku”

“hehe lagi lagi kamu benar man”

“okey kita akan mulai kerja hari ini, aku menyiapkan ceritanya dengan voice record dan mengirimkannya ke kamu, trus kamu yang bertugas menulisnya”


“maksudnya aku harus mendengarkan suara mu terlebih dahulu?”

“iya benar sehingga kamu bisa menulis dengan pilihan diksi yang lebih tepat, ku tahu kamu ahlinya sen. Hehe”

“baiklah karena ini tim aku setuju, hehe. Sekarang kita kemana?”

“kita akan berkeliling kota untuk mencari inspirasi tambahan”

“bukan inspirasi ku rasa”

“lalu apa?”

“ku tahu kau lapar, ayo cari makan hehe”

“kamu memang cerdas sen, tak salah ku menerima ajakan mu hehe.”

Kami berdua tertawa, lalu mencari tempat makan di tengah kota. Kota kami adalah kota kecil jadi untuk jajan dan makan masih sangat pas dengan kantongku apalagi Hussein, hehe. Dia anak orang berada di kota ini.

Ay im coming, hehe. Aku sangat bersemangat.

(bersambung)

Komentar

  1. Lanjuuut... 👍👍


    Omong-omong, terima kasih sudah berkunjung ke blog saya ya. 🙏😅

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hussein & Kacang Rebus #8

PELANGIrasa #1

SYUKUR & TERKABUL #7