RIMBA & CINTA #2

 

MERAH, kali pertama Rimba dan cinta,

     jika awalnya yang ku tahu hanyalah rasa marah, sedih dan sekawannya, tapi kali ini ada rasa yang berbeda dan masih baru, ku tertarik mencari tahu.

14 tahun, jika ku ingat sekarang aku adalah anak laki laki yang terlambat menyadari warna rasa ini, mungkin setelah aku membaca sebuah komik dewasa yang ku temui di pasar saat menemani mak berbelanja.

    “hari itu, aku, mak dan bapak menuju pasar dengan menggunakan motor satu satunya yang keluarga ku miliki. Aku memang biasa ikut menemani mak berbelanja walau Cuma sekedar menemani hingga parkiran,

biasanya aku bersama bapak menunggu diparkiran namun, kali ini aku ikut masuk kedalam keramaian. Mak tengah memilah milah bawang dan cabai sembari sesekali bertegur sapa dengan teman temannya, aku memisahkan diri menuju penjual buku dipasar itu, bapak tua dengan kacamata yang hampir lepas menyangkut di ujung hidung, sembari menghisap rokok ia merapatkan dagu, menatap sambil mengerutkan kening, memang ia sudah sangat tua untuk berdagang buku “apa yang kau cari?”  ia bertanya padaku “aku hanya melihat – lihat paman” jawabku,  ia kembali  dengan rokoknya. Setelah ku asik mengangkat tumpukan – tumpukan buku, ada sebuah buku yang menarik pandangan ku, dengan sampul foto seorang gadis dan laki laki yang tengah berpelukkan, aku diam diam mengambil buku itu dari tumpukan dan membuka lembar pertama, nyug (aku menelan ludah), aku lanjut membuka lembar buku itu, “berdebar adalah pertanda kau menginginkannya, itulah rasa cinta” kalimat yang kubaca di lembar kedua buku itu, tak lama mak memanggilku, aku pergi menyusul mak yang ternyata sudah selesai dengan urusan bawang dan cabainya”.

Bukan dari kelas ku, seorang gadis yang belum pernah ku ajak berbicara, Ay akrab temannya memanggil demikian.

     Hari senin adalah hari dimana gerbang sekolah ditutup lebih awal, gerbang bambu yang sebenarnya bisa dengan mudah kami lompati kalau saja tidak ada bapak rojal yang setia dengan bilah bambu di tangannya berdiri disana.

Senin itu aku tiba disekolah pukul 7.00 waktu yang cukup pagi dimana 30 menit lagi gerbang ditutup. Aku telah siap dengan topi,dasi dan kaos kaki selutut, masa itu sekolah ku  dengan celana pendek. “( suara tangis dari belakang kantin)”, aku dekati semakin jelas tangisnya, aku susul sumber suara ternyata yang menangis adalah ay, aku salah tingkah, dada ku berdebar gila, hendak mendekat rasanya semua yg ada didalam tubuh ku ikut bergetar, hendak pergi aku benar benar tidak mampu, akhirnya aku mencoba mendekati dan bertanya “ka kamu kenapa ay?” Tanya ku terbatah batah, ternyata ay menangis karena tidak membawa lengkap atribut untuk upcara bendera, topi nya tertinggal dirumah. bell sudah berbunyi tanpa fikir panjang aku memberikan topi ku kepada ay, dan disaat itulah kali pertama aku tersenyum mendapat hukuman sebab ay memandangi ku selama upacara bendera berlangsung, menulis ini aku berdebar tak mampu di ceritakan bagaimana berdebarnya dada ku kala itu, kami saling menatap.

Awal dari rasa ini, cinta. Adalah ay dan upacara bendera.        

Lama setelah itu kami menjadi teman dekat sekali, hampir setiap hari aku berkunjung kerumahnya hanya untuk mengulangi rasa berdebar didada.

Minggu pagi adalah hari istimewa bagi ay dan keluarga, begitupun denganku karena minggu siang aku selalu diajak orang tua ay untuk ikut berlibur, tak jarang juga kami berdua menghabiskan waktu menonton film di laptop milik ay atau hanya sebatas membuka ensiklopedia.  Tak ada judul film yang sangat kami senangi karena semua film yang sudah kami tonton adalah yang kami senangi, hhe begitulah, kalian mungkin paham maksudku.

rainboo (panggilan ay untuk ku) coba kau lihat ini” ay menunjukkan sebuah gambar kepada ku, sepasang laki – laki dan perempuan , sepertinya mereka adalah sepasang kekasih. “siapa mereka ay?” Tanya ku, “mereka adalah boas dan ruth, kisah nya sangat romantis” ay menceritakan kepada ku begitu besar dan tulusnya kasih cinta yang diberikan ruth kepada boas, meski boas sudah meninggal ruth tetap menemani ibu dari boas,

 ay mengatakan “cinta itu adalah rasa, dan rasa seharusnya adalah menerima, menerima ketika bersama dan menerima pula ketika harus berpisah. Cinta adalah rasa yang abadi”.

Hari itu, selepas pulang sekolah untuk pertama kalinya aku mengajak ay ke sebuah danau yang tak jauh dari rumah ku, kebetulan hari itu adalah ulang tahun ay, aku tahu setelah melihat notifikasi dari facebook yang ku buka dari hp bapak. Hehe bapak tidak tahu jika facebookku terlogin di hp nya, hp bapak bukan android tapi sudah bisa jika hanya membuka facebook.

Aku menyiapkan setangkai mawar yang ku petik dari pekarangan depan rumah.”Dengan memberikan mawar kepada seorang gadis itu akan membuat mereka sangat bahagia”,  itu yang ku baca dari sebuah buku, bukan buku dewasa hanya romanc. Hehe.

 Ku simpan Bungan mawar yang sudah ku semprot sedikit parfum bapak dan sengaja kusiapkan dari kemarin malam, aku menunggu waktu yang tepat mengeluarkannya.

 Kami mengobrol panjang lebar sambil memandangi air danau yang hijau mungkin karena ganggang di dalamnya, “rainboo, kamu pernah tidak merasa nyaman setiap kali bersama seseorang?”, “pernah ay, bersama mak ku”  jawab ku. “selain keluarga? ay bertanya sambil menatap mataku, “ada ay, aku selalu merasa nyaman dan berdebar tiap kali aku melihatnya”, “siapa dia ?” ay seakan menunggu sebuah nama keluar dari mulutku. “ka..” (suara adzan sholat asar),  ay memotong ”kamu harus sholat sekarang, ayo sana”. Padahal kata kamu yang ingin ku sebut (gumamku dalam hati), “oh iya, aku akan pergi tapi janji kau menunggu ku disini sampai dengan ku selesai dan kembali”, “iya rainboo, tenang. Hehe” jawab ay.

 Aku berlari menuju masjid untuk melaksanakan sholat asar, “rainboo,, bilang pada-Nya izinkan kita bermain lagi hari esok”  teriak ay kepada ku, aku menunjukkan jempol ku pertanda mengiyakan pesannya, aku wudhu’ dan sholat. (bersambung)

#2

Komentar

  1. Tulisan yang berwarna merah, kata-katanya 👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kak, senang sekali kakak mau membaca cerita ini.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hussein & Kacang Rebus #8

PELANGIrasa #1

SYUKUR & TERKABUL #7